• Produk
  • Industri
  • IIoT & Solusi
  • layanan
  • Perusahaan
  1. Sensor kemiringan
  2. Sensor kemiringan statis

Sensor kemiringan statis

Sensor serbaguna untuk aplikasi statis

Tipe sensor kemiringan ini terutama digunakan pada aplikasi statis atau quasi-statis.
Di antaranya adalah berbagai aplikasi stasioner, seperti penyangga pengangkat gunting. Mesin seperti ini memerlukan akurasi statis yang tinggi, namun sensornya hanya mengalami getaran yang sangat kecil.
Pada aplikasi di mana akselerasi eksternal yang tidak terarah sering terjadi, filter software dapat digunakan untuk memperhalus sinyal sensor.

Filter digital untuk sensor seperti itu biasanya berupa filter “rata-rata bergerak”. Kelemahannya adalah, meskipun nilainya tampak jauh lebih stabil, waktu respons sensor sering terpengaruh.
Dalam kasus yang ekstrem, perlu ada keseimbangan antara stabilitas dan waktu respons.

Sensor kemiringan statis seri JN dengan 3 tingkat kebebasan

Kesejajaran horizontal pada mesin atau komponen mesin sering menjadi kriteria penting untuk pengoperasian yang andal. Sensor kemiringan yang berbasis pada prinsip pengukuran statis dirancang untuk pendeteksian posisi sudut atau pengatur ketinggian mesin bergerak statis.

Sensor ini umumnya digunakan untuk pendeteksian posisi pada platform kerja atau pengatur ketinggian crane atau ekskavator bergerak. Aplikasi industri termasuk sistem pelacak panel surya.

Fungsi tambahan dari sensor kemiringan statis [JNxxx0]

  • Sel pengukur MEMS terintegrasi memungkinkan untuk pengiriman seluruh data mentah 3D dari akselerometer secara paralel (melalui CANopen dan J1939) atau secara sekuensial bersama nilai kemiringan 2D (melalui IO-Link).
  • Nilai karakteristik yang dihitung dari ketiga sumbu, seperti velositas getaran [v-RMS] dan akselerasi getaran [a-Peak], dapat dibaca secara langsung.
  • Tingkat filter yang telah ditentukan sebelumnya (misalnya 0,1-10 Hz) dan pilihan sumbu dapat disesuaikan dengan kebutuhan penggunaan.
  • Jangkauan pendeteksian frekuensi rendah dari sel pengukur memungkinkan untuk pendeteksian getaran struktural atau getaran menara sesuai dengan ISO4866, atau pemantauan mesin sesuai dengan ISO10816.
    Aplikasi yang umum antara lain adalah menara pendingin dan menara angin, atau sistem pendeteksi gempa bumi.

Keterbatasan sensor kemiringan statis

Pada aplikasi statis dengan guncangan dan getaran yang kuat, penyaringan atau peredaman sinyal pengukuran melalui software mungkin tidak cukup.
Selain itu, seringkali tidak mungkin tercapai keseimbangan antara stabilitas sinyal dan waktu respons terkait dengan sifat aplikasi tersebut.
Terlebih lagi, akselerasi kendaraan pada saat mulai berjalan dan pengereman dapat memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil pengukuran, karena sensor kemiringan statis tidak dapat membedakan antara akselerasi aktual, gaya gravitasi bumi (referensi), dan akselerasi eksternal yang disebabkan oleh efek yang disebutkan di atas.
Deviasi ini tergantung pada besarnya akselerasi dan kecepatan masaing-masing.

Untuk aplikasi seperti ini, disarankan untuk menggunakan sensor kemiringan dengan kompensasi akselerasi (dinamis). Sensor ini dikembangkan berdasarkan teknologi canggih dari sensor kemiringan kuasi-statis sebelumnya.